Thursday, September 06, 2018

Greece Pay Compensation of €97 000 to Egypt

This Wednesday (22.08.2018) Minister of Labor Mohamed Saafan announced about compensation that Egypt worker received from Greece. This worker broke both legs when fell of the building in the capital of Greece. This incident has caused a permanent disability. The bureau supported the citizen in the lawsuit he filed until he received the sum upheld by the Supreme Civil and Criminal Court in Greece.

Similar insurance payments still have to be received by 110 Egyptians, and the total amount of these payments is approximately €2 million. The total number of Egyptians covered by social insurance in Greece is 134,183. The breakdown is 24,511 fishermen, 106,979 farmers and 2,693 independent workers, according to the Ministry of Labor.



IWD/The Truth Seeker Media

Friday, August 17, 2018

Check Out Walmart Party Platters Made for The Best Parties

If you have decided to throw a party, but do not have time to cook all the food by yourself, then party trays offered at Walmart Deli would be an excellent choice for you. You can simply find out what is party tray at Walmart Deli and pick a tray (or trays) that are more suitable for your party. For your convenience, we will provide all the necessary information below.

When choosing Walmart party platters menu, keep in mind that it all depends on what kind of party you are throwing. Is it big or small? Do your guests like cheese, or some of them are vegetarians? Walmart catering service can offer food for a variety of people with different needs and tastes.

Here are the most popular party trays offered at Walmart:

Sandwich Tray Medium 16"$ 32.00
Sandwich Tray Large 18"$ 42.00
Prima Della Meat & Cheese Tray Medium 16"$ 42.00
Prima Della Meat & Cheese Tray Large 18"$ 48.00
Cheese Tray Medium 16"$ 34.00
Cheese Tray Large 18"$ 48.00
Meat Tray Medium 16"$ 34.00
Meat Tray Large 18"$ 48.00
Veggie Tray Medium 16"$ 34.00
Veggie Tray Large 18"$ 48.00
Appetizer Platter Medium 16"$ 28.00
Appetizer Platter Large 18"$ 38.00
Chicken Trio Tray Medium 16"$ 28.00
Chicken Trio Tray Large 18"$ 44.00

Walmart is a place where one can buy different items and goods; however, this store is also known due to its catering services. We also should mention that the prices for their food is very low, and that’s why some may have doubts regarding the quality.

But there is no need to worry since Walmart had always been trying to serve their customers in the best possible way. That is why Walmart catering services continue to gather popularity and trust of the American citizens.



IWD/The Truth Seeker Media

Thursday, June 7, 2012

Pemukim Yahudi membakar lahan gandum milik Muslim Palestina di dekat Al-Khalil



Sejumlah pemukim Yahudi ekstrimis pada hari Senin (4/6/2012) pagi membakar lahan pertanian yang ditanami gandum, di timur kota Yatta, di dekat selatan Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat.

Koordinator Komite Populer untuk melawan pemukiman dan dinding pembatas di Yatta, Ratib Al-Jabour, melaporkan bahwa pembakaran lahan gandum itu terletak di Syu'ab Al-Batem, dan milik warga setempat Khalid Musa An-Najjar, seperti dilansir Ma'an.

Al-Jabour menyeru kepada kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia untuk ikut campur dan bertindak dalam menghentikan peningkatan serangan semacam itu yang dilakukan oleh para ekstrimis Yahudi di wilayah Palestina yang terjajah, termasuk di timur Al-Quds.

Dalam serangan yang banyak dan terus meningkat, para pemukim Yahudi membakar dan merusak lahan-lahan pertanian Palestina, seperti menebang dan mencabut pohon-pohon zaitun, meracuni tanaman, dan membanjiri lahan pertanian dengan air.

Hal demikian sering meneror warga Muslim Palestina, terkhusus para petani, sehingga mereka mendapatkan kerugian besar akibat serangan-serangan yang disengaja itu.

Para pemukim Yahudi biasanya dikawal oleh pasukan zionis dalam melakukan aksi penyerangan terhadap lahan dan tempat tinggal Muslim Palestina.

Al-Jabour sendiri, adalah salah satu korban kekerasan oleh pemukim Yahudi. Pada tahun 2002 pernah ditembak oleh pemukim Yahudi bersenjata dan mengalami luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit selama tiga bulan.


IWD/The Truth Seeker Media

Selama Mei 2012, penjajah zionis Yahudi melarang 52 kali adzan di masjid Ibrahimi Tepi Barat

Selama bulan Mei 2012 saja, penjajah zionis Yahudi telah melarang pengumandangan adzan di masjid Ibrahimi kota Al-Khalil, Tepi Barat sebanyak 52 kali.



Direktur urusan wakaf wilayah Tepi Barat yang dijajah zionis Yahudi, Zaid Al-Ja'bari, dalam pernyataannya kepada para wartawan pada Ahad (3/6/2012) menyebutkan bahwa sepanjang bulan Mei 2012, penjajah zionis Yahudi telah melarang dikumandangkannya adzan di masjid Ibrahimi kota Al-Khalil, wilayah selatan Tepi Barat.


Seperti dikutip kantor berita Yordania, penjajah zionis Yahudi beralasan suara adzan mengganggu masyarakat penjajah Yahudi di wilayah sekitar masjid Ibrahimi. Jamaah masjid Ibrahimi sendiri selalu mengalami gangguan dan penyerangan fisik oleh tentara zionis Yahudi dan kelompok-kelompok Yahudi.

Tidak puas dengan menjajah negeri umat Islam Palestina, merampas tanah pemukiman dan lahan pertanian umat Islam, penjajah zionis Yahudi masih juga menghalang-halangi umat Islam Palestina melaksanakan ibadah kepada Allah di rumah-rumah Allah.

IWD/The Truth Seeker Media

Analis Injil kuno berusia 1.500 tahun : Yesus tidak pernah disalibkan



Berdasarkan laporan dari analis 'Injil kontroversial' - Al-Kitab kuno berusia 1.500 tahun bertinta emas yang ditemukan di Turki - menyatakan bahwa Yesus (Nabi Isa 'alaihi salam) adalah fana, tidak pernah disalibkan, hal tersebut dianggap menantang prinsip-prinsip inti agama Kristen.


Beberapa analis mengklaim bahwa itu adalah Injil Barnabas, yang diyakini sebagai tambahan pada Injil Markus, Mattius, Lukas dan John, yang telah membuat perhatian besar masyarakat dunia pada awal tahun ini karena menyatakan bahwa Yesus telah menubuatkan kedatangan Nabi Muhammadshalallahu 'alaihi wa sallam.

Pada bulan Februari 2012, Vatikan secara resmi meminta izin untuk melihat Kitab yang berbahasa Aram tersebut, yang teksnya bertinta emas yang dituliskan pada kulit hewan dan bersampul kulit hewan, yang ditemukan oleh Turki selama operasi polisi anti-penyelundupan pada tahun 2000.

Pekan ini, terjemahan Injil tersebut yang dikutip dari dokumentasi media - aslinya ditulis dalam bahasa Syiriac, dengan dialek Aram dilaporkan menyatakan bahwa Yesus mengatakan: "Aku mengakui di hadapan Surga, dan diseru untuk menyaksikan segala sesuatu yang tinggal di bumi, bahwa aku seorang yang asing bagi semua, bahwa manusia telah berkata tentang aku, bahwa aku lebih dari sekedar manusia."

"Karena aku seorang manusia, yang lahir dari seorang wanita, tunduk pada penghakiman Allah; yang hidup disini seperti manusia lainnya, tunduk pada penderitaan-penderitaan biasa," dikutip the Y-Jesus, majalah online yang berbasis di AS.

Ayat dalam injil tersebut menyangkal bahwa Yesus ada Tuhan dan konsep Trinitas, dimana doktrin Kristen mendefinisikan bahwa Allah sebagai tiga Tuhan: Bapak, Anak (Yesus Kristus), dan Rohul Kudus.

Selain itu, Injil tersebut juga menyatakan "keberadaan Yudas Iskariot sebagai orang yang mati disalib bukan Yesus, sedangkan dalam Perjanjian Baru, Yudas menkhianati Yesus," lapor Y-Jesus.

Pernyataan-pernyataan itu membantah ajaran Kristen, yang selama ini dibangun dengan doktrin kematian Yesus sebagai penebus dosa manusia dan kebangkitannya sebagai harapan kehidupan abadi.

Pernyataan itu mendukung ajaran Islam, bahwa Yesus (Isa Al-Masih) adalah seorang manusia yang menjadi Nabi dan Rasul Allah, bukan Tuhan, kemudian diangkat ke langit oleh Allah, bukan mati disalib.

Sebagaimana Allah berfirman di dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (5: 75)

"dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (4: 157-158)

The Y-Jesus mengatakan "Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil itu memperlakukan Yesus sebaga manusia dan bukan Tuhan. Menolak pemikiran Tritunggal Kudus dan Penyaliban, dan mengungkapkan bahwa Yesus memprediksi kedatangan Nabi Muhammad."

Dalam salah satu ayat dari Injil tersebut, Yesus berkata kepada seorang pendeta: "Bagaimana Mesiah disebut? Muhamamad adalah nama yang diberkati".

"Pada (ayat) lainnya, Yesus membantah menjadi Al-Masih, mengklaim bahwa dia akan menjadi Ismailiyah, istilah yang digunakan untuk orang Arab," tambah laporan Y-Jesus.

Injil kuno berbahasa Aram tersebut menimbulkan banyak kontroversi tentang keaslian keseluruhan isi Injil. Belum ada yang dapat memastikan keaslian keseluruhan dari isi Injil tersebut, apakah seluruhnya memuat apa yang diajarkan Nabi Isa 'alaihi salam, atau telah ada perubahan padanya. Namun beberapa pernyataan dari Injil itu yang diungkapkan, telah membantah prinsip-prinsip dasar Kristiani.

Sementara pendeta protestan İhsan Özbek membantah bahwa Injil itu ditulis oleh St. Barnabas. "Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas," katanya kepada koran Turki Today Zaman sebelumnya pada tahun 2012. Wallahu a'lam bish shawab.


IWD/The Truth Seeker Media

Wednesday, June 6, 2012

Bantuan Demokrasi AS Mengalir Kepada Kelompok yang Disukai di Mesir



Dua bulan sebelum polisi Mesir menyerang kantor-kantor organisasi demokrasi dukungan Amerika tahun lalu, tujuh karyawan Mesir mengundurkan diri dari salah satu kelompok organisasi Amerika untuk memprotes apa yang dinamakan sebagai praktek yang tidak demokratis.
Mereka mengeluh bahwa kelompok organisasi AS itu, yang digambarkan sebagai non-partisan, telah mengeluarkan organisasi politik Islam (Ikhwanul Muslimin) dari programnya, dengan mengumpulkan informasi yang sensitif tentang keagamaan tentang orang-orang Mesir ketika melakukan jajak pendapat untuk dikirim ke Washington, dan memerintahkan karyawannya untuk menghapus semua file komputer dan menyerahkan semua catatan untuk dikirim ke luar negeri bulan sebelum adanya penggerebekan.
Para karyawan itu mengatakan  pengunduran diri mereka disebabkan karena kecurigaan mereka atas praktek yang tidak profesional dari organisasi itu.
Salah seorang yang mengundurkan diri, Dawlat Soulam, mengatakan bahwa itu bukan demokrasi yang seharusnya diberikan kepada saat dia bekerja untuk International Republican Institute.
Soulam dan yang lainnya mengatakan  bahwa mereka terganggu oleh pekerjaan yang yang dijalankan oleh Sam LaHood, putra Menteri Transportasi Amerika Serikat, Ray LaHood.
Dia mencurigai adanya sesuatu yang disumbunyikan dari rakyat  Mesir dan mencurigai adanya agenda politik tapi tidak ingin menunjukan keberpihakan Amerika.
Hal itu disangkal oleh para pejabat IRI dan mengabaikan ketidakpuasan para mantan karyawan itu. Kendati demikian pemberontakan kecil para pekerja itu penting karena mencerminkan perasaan bahwa program demokrasi dukungan AS di Mesir bukan untuk membantu rakyat Mesir melainkan untuk melayani kepentingan Amerika.
Wawancara dan dokumen yang diperoleh The Associated Press menunjukkan bahwa protes para pekerja dan tindakan keras pemerintah dengan penggerebekan itu membantu mengungkapkan apa yang para pejabat AS tidak mau mengakuinya secara terbuka: Pemerintah AS menghabiskan puluhan juta dolar untuk membiayai dan melatih kelompok liberal di Mesir , yang merupakan tulang punggung pemberontakan Mesir. Ini dilakukan untuk membangun oposisi terhadap partai-partai Islam dan partai-partai pro-militer, atas nama demokrasi sementara para diplomat AS mencoba meyakinkan para pemimpin Mesir bahwa Washington tidak memihak.
Sejak penggerebekan itu, para pejabat AS berupaya untuk memperbaiki hubungan mereka dengan Mesir, tapi itu tidak dapat dilakukan dalam semalam.
Dokumen dan wawancara dengan para pejabat AS dan Mesir menunjukkan:
- Para Diplomat AS sudah tahu sejak Maret 2008 bahwa para pemimpin Mesir akan menutup program demokrasi dan menangkap para pekerja, dan tahun lalu sebagian dari mereka bahkan membahas kemungkinan respon Mesir yang keras untuk mengeluarkan $ 65 juta  untuk biaya pelatihan demokrasi setelah terjadinya Arab Spring.
-Program pelatihan demokrasi memiliki hubungan kuat dengan partai-partai politik AS dengan menerima bagian terbesar uang itu yakni $ 31.8 juta.  IRI menolak bekerja dengan anggota para anggota Ikhwanul Muslimin dan Partai FJP. Rekan IRI yang Demokrat, yakni National Democratic Institute, menawarkan pelatihan dan mendukung para anggota Ikhwan.
-Hampir enam tahun sebelum pemerintah Mesir mengajukan tuntutan terhadap para pekerja demokrasi AS, para pemimpinnya sangat membatasi program demokrasi Amerika setelah terjadi kontroversi atas komentar publik oleh direktur IRI itu.
Penggunaan uang AS untuk mendukung beberapa kelompok tampaknya bertentangan dengan kebijakan US Agency for International Development yang membutuhkan "upaya baik untuk membantu semua partai demokratis, dengan bantuan yang adil." Seorang pejabat senior USAID, mengatakan ia tidak menyadari bahwa IRI telah mengecualikan para anggota Ikhwanul Muslim dari program-programnya. Tapi dia membantah lembaga itu berpihak ketika mendistribusikan uang bagi kelompok-kelompok di  Mesir atau internasional.
Meskipun AS berkomitmen untuk mengumumkan rincian program demokrasi di Mesir, USAID menolak mengidentifikasi semua kelompok yang menerima uang dan jumlahnya. Pejabat itu mengatakan bahwa badan itu meungkapkan daftar itu kepada para pemimpin Mesir, tetapi tidak akan mengeluarkan informasi secara terbuka tentang si penerima hibah, hal yang mengejutkan sebagian pejabat Deplu AS.
Pemerintah Mesir menutup pendanaan demokrasi AS. Kelompok politik Islam yang dikhawatirkan AS akan mendapatkan kontrol lebih besar di Mesir malah menjadi lebih populer, dan mengusai kursi terbanyak di parlemen dan bersaing untuk kursi presiden. Dijadwalkan ada dengar pendapat di pengadilan atas 43 pekerja demokrasi, termasuk 16 orang Amerika, yang secara ilegal dituduh mengoperasikan program pelatihan politik, kampanye dan pemilihan yang dibiayai dengan dana dari AS dan dana asing lainnya. Sebagian besar orang Amerika tidak ada lagi di Mesir dan tidak diharapkan muncul di pengadilan.
Pengadilan ini diharapkan untuk mengungkapkan apa yang menjadi argumen pribadi dan lama antara para pejabat Amerika dan pejabat Mesir alih peran AS dalam pemerintahan di Mesir. Sebagian pemimpin politik berpendapat bahwa AS ikut campur dalam urusan Mesir dengan langsung membiayai program pelatihan dan kampanye politik.
Dari pengalaman AS di Mesir jelas bahwa ketergantungan para pejabat Amerika pada pembiayaan untuk mempromosikan demokrasi di negara-negara yang khawatir atas ikut campurnya AS dapat membahayakan kepentingan Amerika dan bagi kebebasan yang lebih besar. Selain di Mesir, pembiayaan Amerika untuk kelompok-kelompok demokrasi juga telah dilarang di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Sebagian berpendapat tujuan AS untuk mempromosikan demokrasi di Mesir akan menjadi bumerang setelah Arab Spring, hingga merusak kepentingan Amerika di negara dianggap penting bagi stabilitas Timur Tengah, karena para pemimpin Barat tidak sepenuhnya memahami apa yang terjadi.
Mantan Dubes AS di Mesir, Frank Wisner, mengatakan bahwa semua perasaan sensitif muncul kepermukaan ketika revolusi di Mesir mulai. Dan menurutnya para sahabat AS dan pemerintah AS tidak memahami sejauh mana risiko itu dan tidak siap mengatasinya
Mantan Duta Besar AS Francis Ricciardone menulis dalam sebuah memo rahasia kepada Deplu Maret 2008 bahwa Menteri Kerjasama Internasional Mesir, Fayza Aboulnaga, terus mengeluh tentang uang dari AS bagi kelompok-kelompok demokrasi yang tidak terdaftar yang melatih para aktivis politik. Ricciardone khawatir bahwa kelompok-kelompok itu, yang disebutnya mitra, dapat menjadi target menteri yang menentang pembiayaan dari AS kecuali jika uang itu masuk ke kantornya.
Dia menginginkan bahwa para mitra AS harus sadar akan konsekuensi hukum atau politik menerima dari dana AS dan tidak percaya bahwa Aboulnaga akan mendorong aparat keamanan untuk menangkap partner AS atau menutup organisasi mereka tanpa peringatan,.
IRI tidak pernah diberitahu tentang keprihatinan Ricciardone itu.
Pada tahun 2006, para pejabat Mesir memerintahkan mengurangi program demokrasi dukungan AS setelah sebuah surat kabar mengutip perkataan direktur IRI. Artikel itu mengutip bahwa beberapa pemimpin Mesir sebagai penghinaan ketika orang Amerika "datang dan mengajarkan orang Mesir bagaimana berpikir,".
Setelah Arab Spring dan penggulingan Mubarak, AS menumpuk jutaan dollar untuk mempromosikan demokrasi di Mesir, berharap bisa memperluas upaya dengan memberi hibah langsung kepada kelompok-kelompok besar dan kecil meskipun ada kekhawatiran para pemimpin Mesir atas praktek itu.
AS dengan cepat menyetujui pengembangan demokrasi senilai $ 65 juta, yang sebagian besar dari bantuan Mesir yang ditahan, karena tidak ada perbaikan yang dijanjikan. Uang langsung masuk ke IRI, NDI dan kelompok-kelompok demokrasi lainnya, termasuk organisasi Mesir dianggap lebih liberal dan lebih cenderung untuk menantang kepentingan Islam.
Seorang pejabat mengatakan bahwa pemerintahan Obama mendukung keputusan yang mendukung organisasi pro-demokrasi karena kelompok-kelompok yang didukung oleh militer tidak membutuhkan bantuan AS, Ikhwanul Muslimin, sudah memiliki popularitas politik dengan jaringan nasional yang kuat, tidak membutuhkan dukungan AS, dan sisa-sisa rezim Mubarak tidak perlu pelatihan AS untuk mengorganisir atau mengelola kampanye politik.
Pejabat AS mengatakan bahwa AS ingin kelompok-kelompok liberal, kelompok perempuan , untuk membentuk pemerintah koalisi, tapi itu tidak akan pernah terjadi.
Para pemimpin IRI mereka mengecualikan kelompok-kelompok yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin karena alasan yang sama.
Scott Mastic, dari IRI wilayah Timur Tengah mengatakan mereka memfokuskan upaya pada partai-partai kecil lemah dalam tahap awal.
Mastic mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh Sam LaHood, direktur IRI di Mesir yang termasuk di antara pekerja demokrasi yang dituduh beroperasi secara ilegal dan menerima bantuan asing. Pemerintah Mesir awalnya melarang LaHood dan orang Amerika lainnya untuk meninggalkan negara itu, hingga menyebabkan krisis internasional yang mengakibatkan adanya ancaman AS untuk menahan $ 1,5 miliar atas bantuan ekonomi dan militer. Tapi kontroversi itu selesai setelah Mesir mengizinkan orang Amerika pulang dan AS menyerahkan sebagian uang bantuan.
Mastic mengklaim bahwa klaim oleh Soulam dan para pekerja lain yang mengundurkan diri mempraktekkan keberpihakan dengan mengecualikan Ikhwaul Muslimin. IRI bekerja dengan beberapa kelompok-kelompok Islam.
Hany Nasr, seorang pengacara Mesir di Kairo, mengatakan ia mengundurkan diri dari IRI,  karena ia menganggap tidak adil untuk membantu kelompok-kelompok tertentu selain organisasi-organisasi Islam.
Meskipun dia sangat tidak setuju dengan sudut pandang kelompok Islam pandang dalam politik, "anda harus katakan bahwa saya harus menjadi non-partisan. Jadi saya benar-benar harus non-partisan,"
Mastic berpendapat karyawan yang mengundurkan diri hanya mewakili sejumlah kecil dari 52 warga Mesir yang bekerja untuk organisasi. Dia membantah tuduhan bahwa kelompok tersebut mengumpulkan informasi yang sensitif tentang keagamaan warga Mesir sebagai bagian dari polling politik untuk dikirim ke Washington. Sebagian informasi dikumpulkan untuk mengidentifikasi ciri-ciri orang Mesir yang disurvei seperti jenis kelamin dan usia. Mastic mengatakan informasi itu tidak diberikan kepada siapa pun di luar IRI.
Para pewawancara melakukan polling tatap muka tahun lalu bagi IRI dengan mencatat apakah orang Mesir diwancara adalah Muslim atau Kristen dengan mengamati hal-hal seperti berpakaian gaya Amerika, pria memiliki jenggot, wanita mengenakan Abbaya yang lebih konservatif atau jilbab.
Sherif Mansour menolak jika dikatakan bahwa keluhan terhadap IRI adalah luasnya masalah pengembangan demokrasi di Mesir. Dia menganggap hal itu sebagai kampanye kotor terhadap masyarakat sipil.
Banyak kelompok yang mengharapkan mendapat dana dari $65 juta AS. Namun, para pejabat Mesir menolak untuk menyetujui lisensi untuk IRI, NDI dan kelompok-kelompok lain.
Pihak berwenang mulai melakukan investigasi musim panas dan mengumpulkan bukti yang menunjukkan kelompok-kelompokk itu beroperasi secara ilegal tanpa izin. Dia mengatakan bahwa banyak teman sejawatnya di Mesir harus memahami  ini adalah revolusi Mesir dan bahwa rakyat Mesir yang akan menentukan hasilnya, kata Aboulnaga.
Mastic mengatakan ia yakin Aboulnaga menyerang IRI dan kelompok-kelompok demokrasi lainnya yang menerima uang Amerika karena AS berkeliling di kementriannya untuk mendistribusikan bantuan langsung ke organisasi-organisasi itu.
Para pejabat AS tidak tahu apakah Aboulnaga akan bertahan atas pemberontakan dan pemerintahan militer kata pejabat Deplu AS.
Pejabat itu mengatakan bahwa tidak ada yang sepenuhnya yang memperdebatkan kegigihan pelayanan  kementrian ini. Tidak pernah terpikir oleh siapa pun bahwa kementrian ini akan menjadi agen politik terkuat di Mesir selama tahun berikutnya, katanya.
AS seharunya bisa menghindari banyak masalah di Mesir setelah pemberontakan itu jika para pejabatnya lebih memperhatikan betapa buruk dorongan untuk memperluas pengembangan demokrasi di Mesir, katanya.
Wisner mengibaratkan memasuki dapur yang penuh dengah koki orang Mesir sementara mereka tidak ingin ada lagi koki dari luar.
IWD/The Truth Seeker Media

LDII Anak Emas Ketiga Proyek Deradikalisasi



Oleh Hanif Kristianto (Lajnah Siyasiyah HTI Jawa Timur)


Deradikalisasi merupakan isu menarik yang tak pernah dipahami oleh umat. Apalagi oleh orang Indonesia. Istilah deradikalisasi santer setelah peristiwa bom-bom maupun aksi terorisme. Padahal aksi terorisme, kekerasan, dan pemboman sudah ada sejak dahulu. Sebagai contoh peristiwa perang, persengketaan, pendudukan sebuah negeri merupakan aksi teror kepada sebuah bangsa. Aktifitas berupa tindakan teror tadi dikaitkan dengan radikalisme. Oleh karena itu, agar seseorang tidak mengulang lagi tindakan radikal. Maka ada upaya deradikalisasi, yaitu upaya penghapusan radikal—pemikiran, tindakan—dari seseorang. Fokusnya tidak hanya seseorang, namun juga kepada kelompok.
Indonesia yang merupakan bagian dari entitas muslim dunia menjadi lahan deradikalisasi. Hal ini sesuai dengan arahan RAND Corporation, ICG, dan tekanan asing lainnya (AS, Australia, dll) seperti tekanan Australia atas pemberian Grasi pada Gorby karena kasus Narkoba. Wajar saja mereka menjadikan Indonesia sebagai proyek deradikalisasi. Mengingat banyak pelaku yang mereka anggap "teroris dan radikal" berasal dari umat Islam.  Sungguh alasan tersebut tendensius. Padahal aksi teror bisa dilakukan siapa pun tanpa dilatarbelakangi agama.
Siapapun bisa menyebut Amerika yang menjatuhkan bom di Hirosima dan Nagasaki dengan radikal dan teroris. Aksi penjajahan Israel di Palestina juga radikal dan teroris. Jika semua sepakat dengan istilah radikal dikaitkan dengan tindakan teror. 

BNPT Tak Sendiri      
Deradikalisasi di Indonesia dijalankan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). BNPT tidak sendirian dalam aksinya. BNPT menggandeng beberapa ormas Islam (MUI,NU, LDII,dll), LSM (The Wahid Institute, dll) dan sekolah/kampus (UI,dll). Kegiatan itu dilakukan sebagai legitimasi jika umat Islam di Indonesia menyetujui deradikalisasi. Pada intinya ormas atau sekolah yang diajak kerjasama memiliki komitmen terhadap NKRI dan menerima Pancasila sebagai asaz dalam kehidupan beragama.
BNPT terlebih dahulu menggandeng MUI Pusat dalam agenda ini. BNPT tahu jika MUI merupakan representasi ulama', kyai, panutan masyarakat Indonesia. MUI juga lembaga resmi negara. Maka fatwa atau keputusan yang dikeluarkan MUI biasanya dipercaya umat. Jika MUI melakukan deradikalisasi maka jelas umat akan digiring ke pemahaman baru agar umat tidak teracuni ide transnasionalisme, yang kadang tidak jelas ide yang dimaksud. Kadang-kadang sikap MUI aneh. Beberapa kyai yang menjadi representasi MUI tidak setuju dengan deradikalisasi. Ada juga kyai yang menjadikan deradikalisasi sebagai proyek. Yang perlu diingat BNPT mendapat dana besar dari APBN dan bantuan asing. Maka siapapun yang akan diajak kerjasama pasti tergiur dengan dana atau ketenaran semu yang dijanjikan BNPT.
NU sudah menandatangani MoU pada 11 Agustus 2011. NU begitu semangat menyambut kerjasama ini. Secara teknis NU diminta membantu pemberantasan terorisme melalui langkah persuasif berupa deradikalisasi. Sebagaimana beberapa pernyataan pengurusnya. "Deradikalisasi memang tugasnya ormas, tapi kalau pemberantasan terorismenya itu kewajiban aparat. NU sangat mendukung kerjasama ini, yang prakteknya akan memberikan pemahaman ke umat agar menghindari sikap radikal," ungkap Kang Said di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya No.164, Jakarta Pusat, Senin, 15 Agustus 2011 [1]. Pengurus Muslimat NU juga menandatangani MoU 16 Februari 2012. Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, semua lembaga dan ormas yang diajak bekerjasama oleh BNPT berharap program deradikalisasi berjalan lancar dan membawa kedamaian untuk kehidupan masyarakat Indonesia [2].
Sementara itu, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) yang sejak awal telah berkomitmen memerangi gerakan radikalisme agama, menghawatirkan generasi baru terorisme lahir dari kalangan pelajar."Sudah sejak lama kami mendorong kementerian pendidikan nasional untuk waspada terhadap ancaman radikalisme pelajar, utamanya rohaniawan sekolah (rohis). Sebab hasil penelitian dan analisis kami menyatakan bahwa generasi baru terorisme lahir dari institusi pendidikan sekolah," kata dia.[2]
Walaupun BNPT belum bisa mengajak ormas lainnya, tapi BNPT bisa tersenyum simpul. Karena "ikan besar" organisasi Islam Indonesia sudah terpancing dan tertangkap jaring "deradikalisasi". BNPT memang tidak berhenti karena deradikalisasi merupakan proyek. Selama uang dari APBN dan donor asing terus mengalir. Selama itu pula BNPT bekerja. Maka yang dibidik dan diharapkan untuk masuk lagi yaitu LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Tulisan ini akan mengupas tujuan dan LDII dalam pengarusutamaan 'deradikalisasi'.

Kiprah Politik LDII     
Masyarakat selama ini mengenal LDII biasa-biasa saja. Tidak begitu banyak berita yang memberitahukan aktifitas politik di Indonesia. Kemunculan LDII awalnya memang kontroversial. Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama'ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama'ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972).
Namun dengan adanya UU No. 8 tahun 1985, LEMKARI sebagai singkatan Lembaga Karyawan Islam sesuai MUBES II tahun 1981 ganti nama dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat juga LEMKARI (1981). Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR,  kemudian LEMKARI berafiliasi ke GOLKAR Dan kemudian berganti nama lagi sesuai keputusan konggres/muktamar LEMKARI tahun 1990 dengan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
LDII saat ini menunjukkan wajah baru. Hal ini dilakukan agar umat bersedia menerima lapang dada. LDII tak ubahnya NU, Muhammadiyah, atau ormas Islam lainnya. Semenjak LDII didirikan, oraganisasi ini mencari perlindungan kepada pemerintah. Pemilu demi pemilu diikuti LDII dengan menempatkannya sebagai caleg parpol tertentu. Sebut saja: Golkar, PDI-P, dan Demokrat. Jalur formal dipandang LDII sebagai jalur aman untuk mengamankan kepentingan dan keberlangsungan LDII. Terkadang LDII mendapatkan kekecewaan ketika berafiliasi dengan parpol. Banyak caleg LDII yang tidak terpilih. Maklum parpol hanya mau dukungannya saja waktu pemilu. Setelah itu ditinggallah. Jika diamati, LDII cari aman saja dalam naungan pemerintahan di negeri ini.

Langkah LDII dalam deradikalisasi
Berlepas dari berbagai kontroversi di tengah-tengah umat terkait LDII. Ada hal menarik yaitu tujuan LDII menerima tawaran deradikalisasi oleh BNPT. Wacana deradikalisasi LDII telah ditabuh pada Rapat Kerja Nasional LDII se-Indonesia di IPB Bogor, 11-12 April 2012. Ansyad Mbai memaparkan beberapa hal 'curhat' deradikalisasi BNPT. Ia mewacanakan jika yang patut melakukan ini (deradikalisasi) adalah ulama' dan ormas Islam moderat. Ia pun bercerita ketika masa kecilnya merasakan ideologi radikal di tempat kelahirannya. Ia mengakui bahwa terorisme belum ada definisi yang jelas. Penjelasan yang radikal disampaikan Ansyaad Mbai bahwa negara demokrasi adalah fitnah dan syirik hukumnya. Pancasila itu syirik. Demokrasi, nasionalisme, dan  sekuler bertentangan dengan aqidah. Menerima demokrasi berarti mendustakan al-quran. Siapa saja, orang islam yang membenarkan demokrasi, meskipun kiyai, ustadz, mubaligh jauhi jangan bermakmum dengan dia. Kalau mati jangan mau menyolati. Inilah contoh kecil ideologi ekstrem itu. Apakah itu benar atau tidak ? Bagaimana membentengi dari ideologi ini. Hakekatnya Islam tapi semuanya politik, mau berkuasa. Selain itu juga, ia menyampaikan bagan piramid radikalisme manjadi teror.
Jika diamati pernyataan dan curhat Ansyaad Mbai sangat kental dengan adu domba. Ini merupakan pembunuhan karakter bagi siapa saja yang sesuai dengan kriteria ideologi radikalisme menurut BNPT. Apalagi hadirin peserta Rakernas LDII menerima begitu saja, tanpa konfirmasi kebenaran terkait ideologi radikalisme. Tentu, hal ini tak ubahnya dulu awal kemunculan LDII. Ada yang menganggap LDII sesat, mengkafirkan selain orang LDII, bahkan yang lebih ekstrim mengepel masjid yang ditempati shalat orang selain LDII. Pembiusan BNPT kepada LDII tak ubahnya menjadikan LDII mengikuti arahannya dalam perang melawan terorisme. Tak lain adalah perang melawan sesama saudara muslim. Sungguh ini bentuk pembelokan dan pembodohan kepada umat Islam. Umat Islam dan ormas yang ada dipaksa untuk mengikuti Islam moderat yang diinginkan penjajah. Hal ini sangat berbahaya dalam kerukunan dan ukhuwah umat.
Deradikalisasi LDII dan BNPT dilanjutkan di level provinsi. Sebanyak 100 mubaligh (juru dakwah) LDII se-Jawa Timur mengikuti Latihan Dakwah Deradikalisasi di auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 19-20 Mei 2012, kerja sama DPW LDII Jawa Timur dengan Jurusan Siyasah Jinayah Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Konsep deradikalisasi telah menjadi salah satu bagian dari "MoU" yang ditandatangani DPP LDII dengan PBNU pada Rakernas LDII. Harapan dari kerjasama tersebut untuk membentuk kesamaan dalam menjalankan dakwah, terutama dalam menegakan NKRI.[4]
Narasumber yang menyampaikan pengarahan antara lain Prof Dr KH Abd. A'la MA.(Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya), Prof Dr KH Faishal Haq MAg (Dekan Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya), dan Drs H Sudjak MAg (Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur).  Selain itu, Prof Dr H Syafiq A. Mughni MA (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Prof Dr KH Ali Aziz MAg (Pembina Badan BAZ Jawa Timur), Drs KH Ilhamullah Sumarkan MAg (Ketua PW LDNU Jawa Timur), Drs KH Abdusshomad Bukhori (Ketua Umum MUI Jawa Timur), dan sebagainya.

Kesimpulan
Umat Islam khususnya pimpinan ormas harus waspada terhadap agenda BNPT. Ormas Islam tidak seharusnya 'latah' dan mengekor begitu saja. Apalagi hanya cari sensasi dan aman. LDII dibidik BNPT bukan karena alasan.  Konsisten dan perjuangan LDII ke depan diharapkan dan dijadikan anak emas dalam proyek deradikalisasi. Hal itu sesuai tujuan LDII adalah "Meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa guna terwujudnya masyarakat madani yang demokratis dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila, yang diridhoi Allah Subhanahu Wa ta'ala."
Cara yang digunakan BNPT sama persis dengan cara-cara asing untuk menghancurkan umat Islam dengan mengadu domba secara pemikiran. Jika awal hanya sebatas wacana dan saling serang dengan argumen masing-masing. Pada akhirnya akan terwujud perang fisik tak terelakan (awalnya saling membenci, memfitnah, mengkafirkan, lalu ada tawuran dan adu fisik antarormas, dll). Maka jelas, jika LDII ikut arus dakwah deradikalisasi yang terjadi adalah tipu muslihat saja. LDII atau ormas islam lainnya akan ditinggal bahkan dicampakan jika protek deradikalisasi sudah berhasil. LDII akan jadi alat kepanjangan asing atas nama ormas Islam untuk menghancurkan umat Islam lainnya. Tentu semangat LDII dalam dakwah deradikalisasi bertentangan dengan mottonya. Moto LDII – ada tiga [3] motto yaitu :
1.     "Dan hendaklah ada di antara kamu sekalian segolongan yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung" [ Q.S. Ali Imron, ayat: 104 ]
2.     "Katakanlah ini lah jalan (agama)-ku, dan orang–orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha suci Allah dan aku tiada termasuk golongan orang yang musyrik"[ Q.S. Yusuf, ayat:108 ];
3.     "Serulah (semua manusia) kepada jalannya Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan yang lebih baik"[ Q.S. An-Nahl, ayat 125 ].
Oleh karena itu, seharusnya apa pun ormasnya memperjuangkan Islam bukan mempropagandakan deradikalisasi atau paham selain Islam. Justru ketika ormas Islam tidak memperjuangkan tegaknya Syariah dan penerapan dalam bingkai Khilafah yang terjadi justru kerugian. Kerugian di dunia karena abai terhadap penerapan Syariah Islam. Kerugian di akhirat karena tidak memperjuangkan Islam. Bahkan yang lebih tragis jika ormas Islam yang ada hanya cari muka, cari dana, dan menutup diri agar selamat dari pemerintah yang dzalim. Maka segeralah memperjuangkan Syariah Islam saja. Bukan yang lain. Apakah mereka tidak sadar ? Wallahu 'Alam bis sowab.

Rujukan
·         Kang Said: Pimpinan Wilayah hingga Ranting NU Wajib Perangi Terorisme, www.nu.or.id, akses 23 Mei 2012
·         BNPT-Muslimat NU Kerjasama Tekan Radikalisme, www.nu.or.id, akses 23 Mei 2012
·         IPNU Bentuk Satgas Deradikalisasi Pelajar, www.nu.or.id, akses 23 Mei 2012
·         100 Mubaligh LDII se-Jatim Ikuti Latihan Deradikalisasi, www.antarajati.com, akses 23 Mei 2012



IWD/The Truth Seeker Media

Falsafah Ratu Syeitan



Intisari ajaran Islam ialah kalimat Tauhid
لا إله إلا الله . Kalimat ini berlandaskan kepada dua rukun: kalimat an-nafyu (penafian) dan kalimat al-itsbat (peneguhan). Ibnul Qayyim berkata:"Penafian total bukan merupakan tauhid, demikian pula peneguhan semata tanpa penafian. Maka bukanlah tauhid kecuali jika ia mengandung penafian dan peneguhan sekaligus; itulah hakikat tauhid."

Penafian yang dimaksud di sini ialah menafikan atau mengingkari segala jenis ilah atau sembahan, sedangkan peneguhan yang dimaksud ialah meneguhkan atau mengokohkan bahwa hanya Allah sajalah satu-satunya ilah yang benar. Semua ilah selain Allah dinafikan sebab selain Allah hanyalah merupakan ilah-ilah gadungan.  Allah سبحانه و تعالى berfirman:

أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
"Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (QS An_naml 64)

Barangsiapa memenuhi sisi peneguhan (itsbat) saja tanpa memenuhi sisi penafian (nafyu), maka dia bukanlah seorang mukmin. Demikian pula sebaliknya, siapa yang menetapi sisi penafian saja dan mengabaikan sisi peneguhan, maka dia bukan seorang mukmin. Tidaklah seseorang disebut mukmin sejati kecuali dia memenuhi kedua rukun tersebut secara bersamaan; yakni memenuhi rukun itsbat dan nafyu (secara bersamaan) baik dalam segi i'tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan, yang zhahir maupun yang batin.

Kalimat 
لا إله  (tidak ada ilah) mewakili sisi penafian seorang mukmin terhadap segala bentuk ilah-ilah gadungan yang hadir di dunia. Kemantapan seseorang dalam memaknai sisi ini menyebabkan dirinya memiliki kebebasan dari dominasi siapapun dan apapun dalam hidupnya di dunia yang fana ini. 
Sedangkan kalimat  إلا الله  (kecuali Allah) mewakili sisi peneguhan seorang mukmin bahwa satu-satunya ilah hakiki di dunia ini yang dia puja, puji, cintai, patuhi serta takuti hanyalah Allah سبحانه و تعالى . Seorang mukmin berjuang untuk membangun keterikatan dirinya kepada ilah Yang Satu itu, yakni Allah سبحانه و تعالى .

Jadi, ideologi seorang mukmin adalah ideologi yang sekaligus menghimpun kebebasan dengan keterikatan. Kebebasan dirinya dari segenap ilah gadungan yang menawarkan berbagai nilai-nilai yang bersumber dari selain Allah, terutama dari musuh Allah yakni setan. Dan keterikatan dirinya kepada Allah
سبحانه و تعالى dan segenap nilai-nilai yang bersumber dari ilah Yang Satu tersebut. Keterikatan yang menyebabkan dirinya secara otomatis juga terikat kepada Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم dan Dienullah Al-Islam. Bukan selain itu...! Maka Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَنْ قَالَ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

"Barangsiapa yang mengatakan; RADHIITU BILLAAHI RABBAN WA BIL-ISLAAMI DIINAN WA BIMUHAMMADIN RASUULAN (Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai dien-ku dan Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya untuk masuk Surga." (HR Abu Dawud) Shahih 

Demikianlah ideologi seorang mukmin, atau lebih tepatnya iman serta aqidah seorang mukmin. Segala sesuatu ia pandang dan jalankan berlandaskan pemahaman serta keyakinannya terhadap kalimat Tauhid. Seorang mukmin dengan demikian menjadi manusia yang mengerti hakekat kebebasan yang bertanggung-jawab. Bukan kebebasan mutlak tanpa batas. Sebab pada hakikatnya tidak ada manusia yang benar-benar hidup dengan kebebasan mutlak tanpa batas. Pasti setiap manusia memiliki keterikatan kepada sesuatu, baik diakuinya maupun tidak. 

Adapun para pengikut setan (baca: hizbusy-syaithan) berjuang untuk menegakkan freedom (kebebasan) yang terlepas samasekali dari keterikatan apapun. Setidaknya, demikianlah yang mereka serukan. Sehingga jika kita coba analisa falsafah mereka berdasarkan perspektif kalimat Tauhid, maka berarti mereka hanya mau menerima bagian pertama saja dari kalimat Tauhid, yakni 
لا إله  (tidak ada ilah). Dan inilah sesungguhnya sikap para pendukung setan. Mereka tidak mau mengakui adanya ilah apapun dan siapapun yang mendominasi atas dirinya, termasuk ilah yang hakiki, yakni Allah سبحانه و تعالى ...! Mereka adalah kaum kafir atau pengingkar terhadap Allah dan segenap nilai-nilai yang bersumber dari-Nya. Memang, para pengikut setan sesungguhnya  mengikuti jejak pemimpin besar mereka yaitu iblis. Allah سبحانه و تعالى berfirman mengenai iblis sebagai berikut:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir." (QS Al-Baqarah 34)

Golongan yang kafir pengikut setan ini merupakan golongan yang hanya ingin kebebasan tanpa kerikatan apapun, terlebih keterikatan kepada Allah
سبحانه و تعالى ..! Mereka adalah kaum yang sombong lagi membangkang terhadap Allah Yang Maha Kuasa sebab mereka tidak mau bersusah payah untuk terikat, berkomitmen dan menunjukkan kesetiaan kepada ilah sejati, Allah سبحانه و تعالى . 
Tetapi dalam kenyataannya, sebenarnya mereka tetap terikat kepada sesuatu, walaupun mereka tidak mau mengakuinya. Mereka bersikeras mengatakan bahwa mereka hidup dalam kebebasan total, tanpa keterikatan apapun. Namun sejatinya mereka tetap terikat kepada sesuatu. Apakah sesuatu itu? Itulah yang disebut Allah dengan istilah hawa nafsu. Mereka mengikuti hawa nafsu. Mereka terikat dengan hawa nafsu. Bahkan mereka menjadikan
hawa nafsu sebagai ilah mereka..! 

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ 
وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (QS Al-Jatsiyah 23)

Jadi, falsafah setan pada akhirnya akan menggiring manusia menuju penghambaan diri kepada selain Allah, yakni dalam hal ini kepada hawa nafsunya sendiri. Ia menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya. Ia menolak menjadikan Allah سبحانه و تعالى sebagai ilah, malah ia mengambil ilah lain selain Allah yang ia ikuti, taati dan cintai. Berarti, ia tidak saja kafir kepada Allah سبحانه و تعالى tetapi ia sekaligus menjadi seorang musyrik.....! Pantaslah bilamana kondisinya menyebabkan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah  mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya...! Wa na'udzubillahi min dzaalika.

Dan semua keterangan di atas menjelaskan kepada kita mengapa ketika icon Ratu Setan berrencana datang ke negeri ini ada sebagian masyarakat  (baca: kaum pengikut setan) yang begitu getol menyambutnya bahkan merasa geram, terusik serta kecewa berat menghadapi sebagian masyarakat (baca: kaum beriman insyaAllah) yang menolak kehadiran Ratu Setan tersebut. Kita dapat menduga bahwa para fans Ratu Setan ini sudah sedemikian mengunyah-ngunyah falsafah setan yang disebarluaskannya sehingga sulit bagi mereka untuk dapat menerima masukan apalagi petunjuk yang disampaikan kaum beriman. Allah secara tegas mengatakan:"Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" 

Bila "kebebasan tanpa keterikatan" telah menjadi falsafah bahkan ideologi sekumpulan orang, maka akhirnya mereka akan mempeturutkan hawa nafsu sebagai ilah-nya. Dengan dalihfreedom of speech (kebebasan berpendapat) dan freedom of expression (kebebasan mengungkapkan perasaan hati alias memenuhi hawa nafsu) mereka tidak merasa bersalah sama sekali untuk mempersekutukan Allah dengan hawa nafsunya. Bahkan hawa nafsunya lebih dia agungkan daripada Allah سبحانه و تعالى ...! Coba simak ayat-ayat setan yang dilantunkan oleh Ratu Setan tersebut. Salah satu lagu paling populernya adalah yang berjudul Born This Way(Terlahir Seperti Ini). Coba perhatikan nuansa falsafah setan yang  dipromosikannya. Di sini kita kutip sebagian saja dari lirik lagu tersebut:

Rejoice and love yourself today
'Cause baby, you were born this way
No matter gay, straight or bi
Lesbian, transgendered life
I'm on the right track, baby
I was born to survive

Artinya:
Bersukacitalah dan cintailah  dirimu sendiri pada hari ini
Karena Anda terlahir seperti ini, sayang
Tidak  peduli gay, lurus atau bisex
Lesbian atau kehidupan transgender
Aku di jalur yang benar, sayang
Aku terlahir untuk bertahan hidup

Melalui lirik lagu di atas, jelas sekali bahwa artis agen Sistem Dajjal ini memang penyebar falsafah setan sejati. Dia menggiring fans-nya untuk menuduh Allah sebagai penyebab dirinya menjadi seperti itu. Apakah menjadi seorang gay, bisex, lesbi ataupun transgender. Itu bukan masalah, karena memang terlahir seperti itu. Bahkan ia yakin bahwa penyimpangan sexualnya itu merupakan "karunia" dari Tuhan. Na'udzubillahi min dzaalika...! Coba simak bagian lain dari lirik lagu yang sama itu:

I'm beautiful in my way
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was born this way
Artinya:
Aku cantik dengan caraku
Karena Tuhan tidak membuat kesalahan
Aku di jalur yang benar, sayang
Aku terlahir seperti ini

Padahal seorang mukmin yakin bahwa Allah سبحانه و تعالى menciptakan setiap manusia terlahir dalam keadaan fitrah (suci, murni, tanpa dosa). Tidak mungkin Allah melahirkan manusia dengan bawaan sejak lahir untuk menjadi pendosa seperti seorang gay atau lesbian. Ini namanya bersangka-buruk kepada Allah سبحانه و تعالى ...! Ini merupakan sebuah tuduhan keji terhadap Allah سبحانه و تعالى ...!Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ 

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah." (HR Bukhari) Shahih 

Falsafah setan mengajarkan kebebasan mutlak. Bohong besar bila mereka mengatakan hidupnya tanpa keterikatan kepada apapun, Justeru para pengikut setan membangun keterikatan kepada hawa nafsunya. Hawa nafsunya yang  telah ia relakan untuk dikuasai dan disetir oleh kemauan setan terkutuk.

وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

"Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya." (QS An-Nisa 38)



IWD/The Truth Seeker Media