Jumat, 12 April 2013

Dampak Eskalasi Pengangguran di Eropa




Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperingatkan dampak dari laju pengangguran di Eropa. Berdasarkan pengamatan ILO, krisis finansial  dan pengangguran di Uni Eropa kian meningkatkan ancaman instabilitas sosial di banyak negara Eropa.


Masih menurut pengamatan ILO, ancaman instabilitas sosial di bawah bayang-bayang krisis finansial di negara-negara seperti Siprus, Yunani, Portugal dan Italia semakin besar. Adapun di negara seperti Jerman, Finlandia dan Belgia ancaman tersebut lebih kecil.

ILO menilai kebijakan penghematan ekonomi yang diterapkan pemerintahan zona euro yang dililit krisis sebagai faktor eskalasi angka pengangguran di Uni Eropa. Di laporannya, ILO menekankan, keberadaan lebih dari 26 juta pengangguran di Eropa akibat dari diberlakukannya kebijakan penghematan ekonomi.


Lembaga internasional ini di laporannya yang dirilis bertepatan dengan pembukaan konferensi lokal Eropa di Oslo menambahkan, selama enam bulan lalu satu juta warga di Uni Eropa kehilangan pekerjaan mereka. ILO juga menekankan tahun 2012  di banding dengan tahun 2008 serta ketika munculnya krisis ekonomi, sepuluh juta warga bergabung dengan kelompok pengangguran di benua ini.


Komisi Eropa di laporan terbarunya juga mengkonfirmasikan bertambahnya angka pengangguran di Uni Eropa sebesar 10,9 persen dari total warga yang aktif di negara anggota organisasi ini. Pengangguran yang disusul dengan kemiskinan adalah fenomena sosial yang bukan hanya melilit anggota baru Uni Eropa, bahkan kekuatan besar zona euro pun tak lepas dari fenomena ini.


Masih menurut laporan Komisi Eropa, penduduk 27 negara anggota Uni Eropa tercatat sekitar 501 juta jiwa. Dari jumlah tersebut lebih dari 100 juta warga hidup di bawah garis kemiskinan. Standar kemiskinan tersebut ditentukan berdasarkan indek Laeken di Uni Eropa.


Penghasilan di Eropa berdasarkan indek Leaken rata-rata dalam satu tahun harus mencapai 27 ribu euro untuk setiap keluarga. Jika penghasilan warga kurang dari 60 persen dari angka tersebut maka mereka berarti hidup di bawah garis kemiskinan. Penghasilan sebuah keluarga Yunani saat ini di banding tahun 2009 menurun sebesar 17 persen. Pengahasilan keluarga di Spanyol juga turun 8 persen dan di Siprus turun sebesar 7 persen.


Adapun Italia tercatat sebagai negara Eropa yang paling cepat pertumbuhan angka kemiskinannya. Lebih dari delapan juta jiwa di Italia hidup di bawah garis kemiskinan. Di Spanyol sendiri dari lima orang, satu di antaranya hidup di bawah garis kemiskinan.


Menyusul krisis ekonomi, kecenderungan anti warga asing dan gelombang rasisme di Eropa juga meningkat drastis. Keterkaitan antara radikalisme dan kondisi ekonomi yang kian parah di Eropa, kali ini semakin tampak nyata. Di banyak negara Eropa berbagai langkah rasisme dan perilisan undang-undang yang membatasi penerimaan serta ijin tinggal bagi para imigran asing semakin marak.


Salah satu contohnya di Inggris. Kini isu tersebut di Inggris menjadi poros utama bagi berbagai kubu untuk saling bersaing menunjukkan sikap lebih keras. Di Perancis, gelombang anti warga asing dan rasisme juga semakin marak. Keberhasilan partai anti warga asing di parlemen negara Eropa seperti Swedia, Denmark, Belanda, Austria, Italia, Bulgaria dan Swiss juga menunjukkan gelombang baru sayap kanan dan anti imigran asing akibat krisis ekonomi yang mendera Eropa.


Munculnya gerakan sosial anti demokrasi dan menjamurnya kandidat dengan slogan pro rakyat akibat krisis ekonomi, jika terus berlanjut dapat mengubah rezim di negara-negara Eropa yang lemah dari sisi finansial dan ekonomi. Padahal sampai saat ini masih belum ada kejelasan mengenai kapan berakhirnya krisis ekonomi ini dan masa depan yang jelas bagi euro pun belum tampak.


Oleh karena itu, petinggi dan organisasi Eropa senantiasa memperingatkan akan munculnya krisis sosial dan bahkan meletusnya perang di Uni Eropa. Menurut sejumlah pengamat, jika para pemimpin Uni Eropa tidak secepatnya memikirkan untuk mencari solusi guna mengatasi ketidakstabilan ekonominya, dalam waktu dekat mereka akan kehilangan kendali.


IRIB/TheTruthSeekerMedia

Konvensi Senjata Kimia dan Peran Aktif Iran




Konferensi Ulasan Ketiga dari negara-negara peserta Konvensi Senjata Kimia (CWC) telah dibuka pada tanggal 8 April 2013 di Den Haag, Belanda dan akan berakhir pada tanggal 19 April. Konferensi tersebut akan membahas tentang penerapan konvensi pelarangan senjata kimia selama lima tahun lalu dan menentukan peta jalan untuk lima tahun ke depan. Sebuah delegasi yang dipimpin oleh wakil bidang hukum dan internasional Republik Islam Iran juga berpartisipasi dalam konferensi itu.


Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon berkunjung ke Belanda untuk menyampaikan pidatonya dalam konferensi tersebut. Dalam kunjungannya ke Den Haag, Ban juga melihat pameran para veteran Iran korban senjata kimia. Setelah melihat pameran ini, Ban mengatakan, apa yang ditunjukkan dalam pameran ini telah mendorong tekad PBB untuk sepenuhnya menghancurkan senjata-senjata kimia. Sekjen PBB juga mengunjungi memorial korban-korban senjata kimia yang setahun lalu telah diserahkan oleh Tehran kepada lembaga pelarangan senjata kimia kemudian dipajang di markas lembaga itu.

Penggunaan luas senjata kimia oleh rezim Saddam yang merupakan hadiah dari 455 perusahaan Barat kepada pemerintah Baghdad di era agresi militer Irak ke Iran selama delapan tahun (1980-1988), merupakan kenyataan pahit yang tidak dapat dipungkiri.


Serangan senjata kimia terhadap warga sipil di kota Sardasht, barat Iran, dan pemboman kimia di kota Halabche di Kurdistan Irak merupakan contoh dari kejahatan anti-kemanusiaan yang dilakukan oleh rezim Saddam. Selama serangan senjata kimia terhadap Iran, lebih dari 100 ribu orang syahid dan cacat, bahkan hinga kini banyak dari korban senjata kimia yang masih hidup mengalami penderitaan, dan keturunan mereka pun terancam mengalami cacat lahir.


Republik Islam Iran sebagai salah satu korban terbesar dari senjata kimia selalu menegaskan penghancuran senjata pemusnah massal itu dan mencegah produksinya. Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB ke-67 di New York dan di pertemuan khusus Ulang Tahun ke-15 dari mulai berlakunya Konvensi Senjata Kimia serta di Konferensi Gerakan Non-Blok (GNB), menuntut negara-negara maju untuk mengambil langkah serius dalam melaksanakan konvensi pelarangan senjata nuklir dan kimia.


Konvensi Senjata Kimia (CWC) disepakati pada tanggal 3 September 1992 pasca 20 tahun perundingan, dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) didirikan di Den Haag, Belanda pada tahun 1997 dengan tujuan melaksanakan isi konvensi tersebut. Hingga kini 188 negara menjadi anggota CWC.


Meski berbagai perjanjian internasional tentang pelarangan senjata pembunuh massal telah disepakati, namun sejumlah negara seperti Amerika Serikat tidak mematuhi konvensi itu. Padahal negara-negara itu hingga tanggal 29 April 2012 lalu seharusnya melaksanakan janjinya untuk menghancurkan senjata-senjata pembunuh massal mereka. Pengabaian tersebut telah mengancam kredibilitas dan integritas konvensi tersebut.


Masyarakat internasional telah membayar mahal untuk mencapai kesepakatan terkait Konvensi Senjata Kimia, namun ada dua hal mendasar yang menghambat terlaksananya konvensi itu. Salah satunya adalah peran negatif kekuatan-kekuatan dunia, di mana mereka melihat produksi senjata kimia sebagai perdagangan yang menguntungkan meski melanggar perjanjian internasional. Sehingga mereka berusaha mencapai tujuan dan ambisi politik mereka itu. 


Hambatan kedua adalah rendahnya peran lembaga-lembaga internasional di mana hingga kini organisasi-organisasi itu tidak melaksanakan kewajibannya untuk mencegah penyebaran senjata pembunuh massal di dunia.

Republik Islam Iran dalam setiap konferensi pelarangan senjata kimia selalu menegaskan pelaksanaan sepenuhnya dan tanpa diskriminasi terhadap isi CWC.

Perealisasian Konvensi Senjata Kimia memerlukan tekad dunia dan dukungan internasional supaya tidak bernasib sama dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Oleh sebab itu, jalan satu-satunya untuk melaksanakan perjanjian-perjanjian itu adalah dengan menghapus segala bentuk "hak istimewa" dan pengecualian di mana hal itu diharapkan akan menjadi perhatian dalam konferensi di Den Haag.


IRIB/TheTruthSeekerMedia

Cara Tepat Atasi Bau Mulut

Cara Tepat Atasi Bau Mulut

Apakah Anda memiliki masalah dengan mulut yang kerap mengeluarkan aroma tidak sedap? Suka atau bahkan ketagihan dengan makanan beraroma khas, seperti jengkol? Meski sudah sering menyikat gigi dan juga memakai mouthwash, tapi mulut masih bau?

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:

1.     Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.     Aliran air ludahnya kurang
3.     Tambalan yang tidak tepat
4.   Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.     Gigi tiruan yang tidak bersih
6.   Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.     Adanya penyakit sistemik
8.   Konsumsi obat tertentu
9.   Gangguan pencernaan

Hal-hal yang Anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah :

1.     Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, serta melakukan penyikatan lidah.
2.     Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu yang panjang secara terus-menerus).
3.     Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.
4.     Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.
5.     Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.
6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.
7.     Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.
8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.
9.     Jika Anda memiliki penyakit sistemik tertentu atau penyakit gangguan pencernaan, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, Anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut seperti kebiasaan Anda ini. Jika memang ingin mengonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), Anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi Anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain, Anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Oleh: drg. Citra Kusumasari, SpKG

Fimadani/TheTruthSeekerMedia

Menjadi Perempuan Berharga

  


Perempuan adalah tiang negara. Kalimat ini mungkin sudah tak asing lagi bagi kamu semua. Di tangan perempuan, baik buruknya suatu negara ditentukan. Laki-laki baik akan mudah menjadi buruk oleh goda rayu seorang perempuan. Tentu selalu ada pengecualian dong, khususnya bagi laki-laki yang salih maka bujuk rayu itu tak akan mempan. Tapi di sini kita berbicara tentang sesuatu secara umum. Contoh sederhana tentang kasus ini banyak di sekitar kita. Karena suatu negara itu miniaturnya ada pada institusi keluarga, maka yuk kita lihat cerminnya pada kejadian sehari-hari.


Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam, di tangan ibu yang baik, seluruh keluarga bisa selamat dan menjadi contoh yang baik. Masih ingat kisah Asiyah binti Muzahim, istri Firaun? Suaminya durhaka terhadap Allah, tapi Asiyah mampu bertahan menjadi sosok yang salihah. Bahkan, di tangan perempuan inilah sosok Nabi Musa selamat atas izin Allah tentunya. Padahal pada saat itu, hampir semua bayi berjenis kelamin laki-laki dibunuh semua atas perintah Firaun.
Sebaliknya, banyak kisah para pejabat yang korupsi (mayoritas mereka adalah bapak-bapak) tak bisa dilepaskan dari peran istrinya juga. Perempuan yang selalu silau dengan harta menyebabkan laki-laki berusaha memenuhinya. Seandainya si istri adalah sosok salihah, maka harta yang dibawa pulang suaminya, tak semata-mata ia terima dengan senang hati. Seharusnya ia waspada karena uang hasil korupsi berpotensi mencelakakan semuanya–di dunia, terlebih di akhirat kelak.
Naudzubillah.


Nah, andai semua perempuan bersikap seperti ini, tentu tatanan masyarakat akan jauh lebih baik. Suami bekerja dengan tenang karena tidak terteror dengan permintaan istri yang iri dengan perhiasan tetangga. Anak pun tumbuh dengan baik karena dididik oleh sosok ibu teladan yang salihah. Indah, bukan? Sosok salihah seperti ini tak muncul secara sim salabim. Tapi ia hadir dengan pembinaan yang baik utamanya pemahaman keislaman yang baik pula. Sejak muda malah. Ya, seumuran kamu-kamu ini udah kudu cinta ilmu dan paham Islam.


Yang muda yang hura-hura

Sobat muda muslim, sebagian remaja mungkin berpikir bahwa belum saatnya mereka memikirkan masa depan. Mereka masih asik dengan dunia mereka yang tak jauh dari pacaran, window shopping alias jalan-jalan ke mal, hura-hura, pesta sana-sini dan dugem. Bila diajak serius berpikir tentang masa depan, utamanya hidup berumah tangga dan calon ibu, mereka pasti pada enggan. Anehnya, pacaran demen tapi serius menikah ogah. Inilah gambaran rusaknya kehidupan remaja kita yang maunya hura-hura tanpa disertai tanggung jawab.

Bro en Sis, yang namanya pacaran, tak ada tanggung jawab menyertai. Bila terjadi perselisihan, mereka dengan enaknya bisa pulang ke rumah masing-masing atau putus dengan enteng. Toh, tak ada yang dirugikan. Begitu selalu yang menjadi dalih. Nah, kamu kaum cewek, jangan pernah mau diperlakukan seperti ini. Nilai dirimu itu jauh lebih berharga daripada dipacari dari satu cowok ke cowok yang lain. Bila memang benar mereka itu cowok sejati, minta mereka datang untuk meminangmu dan serius menikahimu. Bila menolak, itu artinya mereka hanya menjadikan kamu sebagai 'tester' saja. Ihh…naudzubillah minddzalik!


Kamu boleh muda, tapi itu tak secara serta-merta menjadikan kamu berhak untuk berhura-hura dan menyia-nyiakan hidupmu. Masa mudamu yang cuma sekali ini (eh, masa anak-anak dan masa tua juga sekali ya? Hehehe), adalah momen untuk menempa diri menjadi sosok muslimah berkualitas. Di tanganmulah nasib bangsa ini berada. Warna bangsa ini sepuluh tahun kelak, tergantung kamu akan mewarnainya dengan apa. Masa' iya, negeri yang sudah porak poranda karena tingginya tingkat korupsi dan campur tangan luar negeri ini akan kamu biarkan terus begini? Kalau kamu masih terkategori muslimah yang punya iman dan nurani, pasti akan ada langkah berarti yang harus segera dilakukan untuk memutus rantai kebobrokan ini.


Menempa diri dengan Islam

Kebaikan itu hanya dengan Islam saja. Ini harus diyakini dengan sepenuh hati oleh para calon tonggak peradaban alias para muslimah. Sedari masih gadis, persiapan itu telah dilakukan. Bukan dengan berpacaran atau bertabaruj untuk menarik perhatian lawan jenis, melainkan dengan mengasah keimanan dan wawasan akan sosok istimewa ini.

Bila kamu berasal dari keluarga yang sudah terbasuh dengan Islam secara baik sejak kecil, maka bersyukurlah. Kamu hanya tinggal melanjutkan pembiasaan dari keluarga apa-apa yang baik itu. Tapi bila kamu mengenal Islam dengan baik baru di usia SMA atau bahkan kuliah, jangan berkecil hati. Tak pernah ada kata terlambat untuk perbaikan diri. Tekadkan dalam hatimu bahwa kamu ingin berubah dengan Islam saja sebagai tolok ukurnya.


Berubah untuk pertama kali itu tak mudah. Terapkan tombo ati yang ada lima perkaranya itu. Mulai dari membaca al-Quran plus maknanya. Akan jauh lebih baik bila kamu 'berguru' ke orang yang mumpuni dalam ilmu al-Quran. Ibarat baru belajar jalan, ada yang menuntun agar tidak tersesat. Lalu yang kedua adalah membiasakan salat malam atau tahajud. Berat memang kecuali bagi mereka yang benar-benar niat untuk mendekatkan diri pada Rabb-nya. Bila tak bisa setiap hari, mulailah dengan seminggu sekali, lalu dua kali seminggu. Begitu seterusnya hingga kamu konsisten untuk mendirikannya setiap malam.


Nah, yang ketiga adalah perbanyak zikir. Berzikir itu bukan hanya lisan tapi juga hati serta amalan. Maksudnya mulai dari mulut, hati dan perbuatan itu hanya hal-hal baik saja yang dilakukan. Keempat adalah, lakukan puasa sunah. Kalau puasa Ramadhan, sudah pasti dong ya. Kemudian yang terakhir serta yang penting adalah berkumpul dengan orang-orang yang salih. Mereka inilah yang akan mengingatkanmu bila kamu futur (down) atau lalai.


Pahami hak dan kewajiban

Bro en Sis, pembaca setia gaulislam, jadi muslimah itu  harus cerdas. Ini harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Muslimah cerdas itu adalah muslimah yang mengetahui hak dan kewajiban dirinya baik di hadapan manusia (suami, orang tua, tetangga, saudara, dll) ataupun di hadapan Allah. Karena itu muslimah wajib untuk paham hukum syara' (syariat Islam). Dengan memahami hukum syara', itu artinya muslimah telah menapakkan langkah untuk menjadi tonggak peradaban.

Tempa dirimu dengan hal-hal yang sekarang ini mulai dilupakan oleh para muslimah. Belajar memasak dengan membantu mama, misalnya. Tak usah yang ribet, cukup yang sederhana sekadar bisa membuatmu mandiri. Mencuci baju, terutama 'daleman'. Banyak loh di kalangan muslimah yang ternyata tak bisa dan tak terbiasa mencuci 'dalemannya' sendiri. Bila pun terpaksa melakukan sendiri, maka itu bisa dibilang kurang bersih. Ingat wahai muslimah, kebersihan itu sebagian dari iman. Lagipula ini juga penting karena berkaitan dengan najis tidaknya pakaian dalam itu ketika kamu pakai.


Kamu boleh, bahkan harus berprestasi di bidang keilmuan. Tapi alangkah jauh lebih indah bila kamu tidak melupakan fitrahmu yang nantinya sebagai pengatur rumah tangga. Pendidikan anak-anakmu kelak ada di tanganmu. Apakah mereka akan menjadi anak salih dan salihah atau sebaliknya. Kualitas dirimu saat ini akan menentukan kualitas anak keturunanmu kelak. Sadar yuk sadar, Non!

Banyak di antara muslimah yang mengharuskan dirinya bekerja setelah capek-capek sekolah tinggi. Padahal tujuan sekolah itu sendiri bukanlah supaya kamu mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi. Kembalikan niatmu bahwa bersekolah dan menuntut ilmu itu adalah perintah Allah dalam rangka mencari ridho-Nya. Karena sungguh, Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu pengetahuan (silakan kamu baca al-Quran surat al-Mujaadilah ayat 11 ya!).

Allah telah memuliakan perempuan dengan tidak mewajibkannya menjadi pencari nafkah. Dengan kelembutannya, perempuan diberi amanah untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi Qurani. Di sinilah sebetulnya keberhasilan seorang perempuan itu dinilai. Bukan seberapa tinggi kedudukannya di kantor, bukan pula seberapa banyak gelar yang disandangnya. Namun sayang, banyak perempuan yang lupa. Gelombang emansipasi dan feminisme membuat muslimah lalai.


Finally…

Sobat muslimah, kemuliaan perempuan itu adalah ketika ia mempersiapkan dirinya untuk mengemban amanah sebagai tonggak peradaban. Kita rindu sosok-sosok seperti Shalahudin al-Ayubi, Muhammad al-Fatih, Usamah bin Zaid, Ibnu Sina, Imam Bukhari, Imam Syafi'i dan banyak ulama dan ilmuwan lain. Mereka menjadi sosok yang mengguncang dunia bukan tanpa sebab. Di balik mereka ada sosok hebat bernama ibu. Tidak inginkah kita nantinya memunyai anak-anak sekaliber mereka? Keren bin hebat banget tuh!

Saya ingin, sangat ingin. Bagaimana denganmu? Karena itu yuk, kita benahi diri kita sedari dini. Buatlah diri kita pantas untuk menerima amanah anak sehebat itu. Karena sesungguhnya kualiatas anak merupakan cerminan dari kualitas orang tuanya, terutama ibunya. Bila al-Fatih bisa menaklukkan Konstantinopel yang begitu tangguh, bukan tak mungkin pintu kota Roma ada di tangan anak-anak kita kelak, insya Allah. Rasulullah saw. sendiri yang menjanjikan bahwa kota Roma menanti untuk kita taklukkan. Rasulullah saw. pernah ditanya, "Kota manakah yang dibebaskan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?" Rasul menjawab, "Kotanya Heraklius dibebaskan lebih dulu, yaitu Konstantinopel" (HR Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)


Sungguh, bekal apalagi yang kita rindukan selepas nyawa pergi dari tubuh kecuali anak-anak yang salih dan ilmu yang bermanfaat? Ketika remaja lain sibuk berhura-hura dan berbuat dosa, yuk kita juga sibuk menghadiri majelis ilmu dan menabung pahala. Yakinlah, ketika mereka nanti menangis karena anak-anaknya sulit diatur, kita akan tersenyum karena memiliki anak yang penurut terutama pada aturan Allah. Insya Allah. Semoga tulisan ini memberikan kesadaran kepada kita semua. Yuk, mari kita terus berbenah! [ria fariana | [email protected]]


Islam Adalah Kenyataan Bagi Uni Eropa




PARIS, - Islam adalah kenyataan bagi Uni Eropa dan penduduk Eropa tidak akan bisa kemana-mana dengan "mengubur kepala mereka di pasir", kata Menteri Uni Eropa Turki Egemen Bagis kemarin.
Pernyataan Egemen Bagis ini menanggapi pernyataan dari pemimpin Kanan Ekstrim Perancis Marine Le Pen yang menyebutkan bahwa Islam saat ini "lebih terlihat" dari sebelumnnya di Perancis. "Itu adalah Islamophobia daripada Islam yang terlihat di Perancis dan di seluruh Eropa", kata Egemen menanggapi Le Pen.

"Kami tahu pernyataan Le Pen soal Turki dan nilai-nilai kami, tapi kami tidak begitu memperdulikannya," tambah Egemen.

Sekitar 11 persen dari seluruh populasi Perancis adalah Muslim dan 8 sampai 9 persen dari populasi di negara-negara anggota Uni Eropa adalah Muslim.

Jumlah ini akan meningkat menjadi 15 persen di seluruh Uni Eropa pada tahun 2030.Persis seperti yang dikatakan mantan presiden Jerman bahwa Islam adalah realitas Uni Eropa.

Marine Le Pen secara terang-terangan juga menentang keanggotaan Turki dalam Uni Eropa. Ia tidak mengerti kenapa Turki mencari keanggotaan di Uni Eropa, sementara negara lain malah ingin keluar dari keanggotaan.

Sementara itu, mantan presiden Jerman Christian Wulff pada 2010 pernah mengatakan bahwa Islam seperti Kristen, adalah bagian dari Jerman. Kata-kata Wulff ini memicu kontroversi di negeri itu.

Mengenai perdebatan apakah Islam milik Jerman atau tidak, Presiden Joachim Gauck tahun lalu mengatakan bahwa ia tidak mendukung pernyataan Wulff, namun menghargai pendapatnya. Dalam wawancara dengan majalah Die Zeit, Gauck mengatakan "Yang benar adalah bahwa banyak umat Islam yang tinggal di negara ini.Apa yang bisa saya katakan adalah: Muslim hidup disini, termasuk di Jerman," kata Gauck.

IWD/TheTruthSeekerMedia

Targetkan Cina, AS Picu Ketegangan di Semenanjung Korea

B-2 bomber siluman, AS.jpg


Tindakan provokatif Washington terhadap Korea Utara dilakukan dengan tujuan utama mengepung Cina, seorang analis politik mengatakan pada Press TV.

"Jelas, pejabat AS, Pentagon, kalangan elit Amerika Serikat melihat Cina sebagai saingan jangka panjang," kata Richard Becker dari koalisi anti perang ANSWER yang berbasis di AS dalam wawancara eksklusif dengan Press TV, Selasa (2/4/13).
"Sekarang mereka menargetkan Korea Utara tapi salah satu strategi keseluruhan adalah Cina dan Korea lewat pangkalan militer yang membentang dari Jepang ke Filipina, termasuk Taiwan. Angkatan Laut dan Udara AS menyebar di seluruh wilayah itu," jelasnya.

Pernyataan itu muncul saat dilaporkan bahwa Amerika Serikat mengirim kapal perusak yang dilengkapi rudal, USS Fitzgerald, ke pantai barat daya Semenanjung Korea sebagai antisipasi peluncuran roket Pyongyang.


Pada akhir Maret lalu, pesawat Raptors penghindar radar F-22 dikerahkan ke pangkalan Angkatan Udara AS di Korea Selatan sebagai perwujudan langkah Washington untuk membela Korea Selatan dari ancaman militer Korea Utara.

Pada awal bulan ini, dua pesawat siluman pembom berkemampuan nuklir milik AS, B-2 terbang dari pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri dan menjatuhkan persenjataan dummy di Korea Selatan. Pesawat itu telah menyelesaikan perjalanan sejauh 13.000 mil dalam sebuah misi tunggal yang kontinu.

"Di Amerika Serikat, yang kami dengar lewat media mainstream hanyalah retorika perang Korea Utara. Kami benar-benar tidak tahu bagaimana pernyataan itu sebenarnya diterjemahkan. Tapi kami tahu dengan pasti bahwa tindakan Amerika Serikat sangat provokatif, " kata Becker.

"Ketika perang terjadi di sana, tentu saja Korea Utara dan seluruh infrastrukturnya akan hancur. Tidak akan ada bangunan yang tersisa, "katanya mengacu pada kemungkinan serangan virtual pembom siluman B-2 di Korea Utara.

Dia juga mengkritik putaran baru sanksi PBB yang diberlakukan terhadap Pyongyang dan menganggapnya  sebagai tindakan provokasi terhadap Korea Utara.


IslamTimes/TheTruthSeekerMedia

Hati-Hati Obat Palsu di Sekitar Kita




Bila Anda merasa beruntung membeli obat dengan harga miring, harap hati-hati. Salah-salah, setelah meminumnya, bukannya sembuh dari penyakit, justru anda diantar menuju kematian. Jangan-jangan  obat berharga murah itu palsu. Bukannya mengandung zat penyembuh, melainkan berisi bahan-bahan mematikan.

Bahaya itu mengintip Anda, karena obat-obat "pengantar kematian" sangat mudah didapat. Tidak perlu berbekal resep dokter, tinggal langsung membelinya di apotek rakyat alias toko obat tak berizin. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mensinyalir, tempat ini menjadi sarang beredarnya obat palsu.
"Delapan puluh persen obat palsu ada di toko yang tak berizin," kata Lucky Oemar Said, Kepala BPOM, kepada GATRA, di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur, Senin lalu. Lucky sudah melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan untuk menertibkan apotek rakyat tak berizin ini.

Tentu upaya itu bukan perkara gampang. Jumlah apotek rakyat tidaklah sedikit, dan tersebar di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, Pasar Pramuka yang terletak di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, merupakan sentra apotek rakyat terbesar. Di pasar berlantai tiga ini, tidak semua toko obat mengantongi izin. Toko-toko itu melayani konsumen setiap hari, tak pernah mengenal libur. Pelayan toko pun agresif menawarkan barang jualan ke konsumen, tentu dengan harga miring.


Di tempat ini, GATRA sempat membeli obat antibiotik merek Amoxsan 250 miligram (mg) seharga Rp 14.000 per strip (berisi 10 kapsul). Sedangkan apotek resmi di bilangan Pasar Minggu membandrol obat yang sema seharga Rp 23.000. Sekilas tak ada yang berbeda dari obat yang dibeli di dua tempat berbeda itu.

Tapi setelah menelisik lebih cermat, kemasan Amoxsan asal apotek rakyat tidak serapi kemasan obat yang dibeli di apotek. Perbedaan lainnya, obat dari apotek memiliki nomor registrasi 12 angka. Sedangkan nomor regsitrasi Amoxsan dari apotek rakyat hanya terdiri tujuh angka.

Ketika GATRA membuka cangkangnya, Amoxsan asal Pasar Pramuka mempunyai serbuk putih kekuningan, tidak seputih Amoxsan yang dibeli di sebuah apotek di Jalan Pasar Minggu. Belum bisa dipastikan lewat penelitian laboratorium, mana yang asli dan mana yang palsu.


Apotek rakyat memang menjadi tujuan konsumen yang ingin membeli obat lebih murah. Di antaranya Ratna Dewi, 23 tahun, yang rajin menyambangi Pasar Pramuka guna membeli obat diabetes Glucophage 500 mg untuk orangtuanya. Satu strip seharga Rp 12.000, lebih murah Rp 3.000 bila ia membeli di apotek resmi. "Lumayan, kalau beli banyak kan jadi terasa lebih murah," katanya kepada GATRA.

Walau membeli obat bukan dari apotek resmi, Ratna tidak pernah meragukan khasiat atau keaslian obat yang dia beli di Pasar Pramuka. Ia tidak melihat efek samping pada ayahnya setelah beberapa bulan mengonsumsi Glucophage asal Pasar Pramuka. "Baik-baik saja, nggak ada yang aneh," ujarnya.

Ratna boleh saja tidak ragu, tapi lain halnya dengan Lucky. Wanita yang sudah 32 tahun berkarier di BPOM ini tetap khawatir atas peredaran obat palsu yang besar kemungkinan jalurnya lewat apotek rakyat. Ia bukan miris karena keberadaan obat ini merugikan secara ekonomi. "Kami lebih menghitung dari aspek berapa kerugian masyarakat dari angka kesakitan dan kematian," ujarnya kepada Flora Libra Yanti dari GATRA.


Lucky memang belum siap melansir angka kerugian ini. Namun, data yang terjadi di luar negeri  bisa menjadi rujukan. Menurut laporan terbaru dari Institutional Pharmacy Network (lembaga swadaya masyarakat di Amerika Serikat yang bergerak di bidang farmasi), obat palsu telah membunuh lebih dari 700.000 orang di dunia per tahun.


Sebagian dari mereka meregang nyawa lantaran menenggak obat palsu yang tidak ada kandungan obat sama sekali atau sedikit kadar zat aktifnya, membuat bakteri jadi resisten. Atau kadar zat aktifnya berlebih.

Produsen obat dari Cina dan India disinyalir menjadi pemasok obat palsu ini ke seluruh belahan bumi. Guna menghapus jejak, pendistribusiannya berlangsung dalam beberapa tahap.

Pertama, obat tersebut diekspor ke salah satu negara. Setelah itu, diekspor lagi ke negara tujuan.

Pangsa pasarnya juga lumayan besar, sekitar 10% dari seluruh obat-obatan yang beredar di dunia.
"Jumlah ini akan dapat meningkat menjadi 50%, khususnya di negara-negara miskin," kata Christopher Viehbacher, chief executive officer Sanofi, Prancis.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 50% obat-obatan palsu ini diperjualbelikan lewat pasar dunia maya.

Kekawatiran inilah yang mendorong 29 perusahaan farmasi terkemuka di dunia menggalang kerja sama. Mereka mengajak interpol untuk turut serta memberangus peredaran obat palsu yang sudah merambah hingga ke beberapa negara maju. Beberapa perusahaan yang terlibat, antara lain, Bayer, Pfizer, Sanofi, Roche, Glaxosmithkline, dan Lilly.


Kerjasama Pabrik Obat Global

Kerja sama diteken medio Maret lalu. "Upaya global diperlukan untuk menghadapi ancaman ini," kata Aline Plancon, Manajer Unit Pemalsuan Produk Kesehatan dan Kejahatan Farmasi Interpol, dalam situs huffingtonpost.com.

Kerja sama akan berlangsung selama tiga tahun. Mereka menyediakan dana US$ 5,85 milyar atau sekitar Rp 58,5 trilyun untuk keperluan Interpol. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan staf, melakukan investigasi, dan menjalin kerja sama dengan pemitra di negara lain.

Interpol juga akan berperan meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya obat palsu, khususnya yang beredar lewat internet. Tak hanya itu. Interpol akan menggelar operasi "Badai" guna memberantas obat ilegal. Sedangkan pihak farmasi akan menyediakan data penanganan obat palsu yang sudah dilakukan.

Operasi semacam itu sudah dilakukan di Afrika Barat. Lewat Operasi Cobra, Interpol menggandeng aparat kepolisian di Burkina Faso, Kamerun, Nigeria, Senegal, Togo, dan Guinea. Hasilnya, sebanyak 100 orang ditahan dan satu ton obat palsu disita.

"Kuantitas obat haram itu mengerikan. Perdagangan itu tak bisa dihambat tanpa kerjasama internasional di semua sektor dan stakeholder," ujar Aline Plancon, Manajer unit Pemalsuan Produk Kesehatan dan Kejahatan Farmasi Interpol.
Operasi lain diberi sandi Pangea. Indonesia, dalam hal ini BPOM, terlibat dalam operasi yang melibatkan 100 negara itu. Operasi ini menjaring pengedar obat ilegal, termasuk obat palsu, yang dijual lewat internet. Pangea sudah melakukan lima kali operasi, dan kini berlanjut dengan operasi ke-6.

Peredaran obat palsu di dunia memang menghebohkan sekaligus menggiurkan secara ekonomi bagi pihak-pihak yang terlibat. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scott Marciel, beberapa waktu lalu mengatakan pedagang obat palsu di dunia bisa meraup untung US$ 75 milyar atau sekitar Rp 688,7 trilyun. Para pembuat dan pedagang tidak hanya menyasar pasar negara miskin dan berkembang, melainkan juga beberapa negara maju.


Heboh Obat Palsu di Amerika

Pada awal tahun lampau, misalnya, Food Drug Administration (FDA) --BPOM Amerika-- dibuat heboh oleh beredarnya obat kanker paru Avastin 400 miligram per 16 mililiter di 19 tempat praktek dokter. Avastin buatan Roche, Swiss, berisi bahan aktif bevacizumab.
Setelah dilakukan pengecekan, ternyata memang ada keganjilan dari obat tersebut. Sebut saja logo Roche di kemasan Avastin. Padahal Avastin yang diedarkan resmi di negeri Paman Sam, dipasarkan oleh Genentech, anak usaha lain Roche yang bermarkas di Swiss.

Kejanggalan lain terletak pada jumlah digit pada batch. Yang asli memiliki enam digit, dan masa kadaluwarsanya berbentuk tiga huruf singkatan bulan dan empat angka yang menunjukan tahun. Tetapi Avastin yang diduga palsu berdigit lima: B6010, B6011, atau B86017.


Para dokter tadi rupanya memesan obat tersebut melalui distributor independen dan tak berlisensi, Quality Specialty Products, distributor yang dikenal dengan nama Montana Health Care Solutions. Disibutor itu bermarkas di Gainesboro, Tennessee, Amerika Serikat. Distibutor mendapat obat dari pemasok lain yang diimpor dari India.

FDA lalu meminta para dokter untuk tak lagi memakai obat-obat tersebut serta tak berhubungan dengan distributor obat tak berlisensi. Beberapa kalangan menilai, ulah tempat praktek dokter yang memesan obat tersebut harus dianggap tindakan kriminalitas.

Bagaimana dengan di Indonesia? Lucia Erniawati, Manajer Komunikasi Perusahaan PT Roche Indonesia, mengatakan bahwa Avastin yang beredar di sini berdosis 100 mg. "Tidak ada nama dagang lain ataupun dosis lain," ujarnya lewat surat elektronik.

Sejauh ini, pihaknya juga belum menerima laporan atau informasi atas adanya dugaan (indikasi) beredarnya produk obat palsu berlabel Avastin di Indonesia. Kecuali itu, "Sampai saat ini belum ada konfirmasi ditemukannya produk palsu bevacizumab di luar Amerika Serikat," Lucia menambahkan.

Sebelumnya. Amerika Serikat juga pernah dihebohkan oleh antikerut Botox palsu buatan Allergan. Sebanyak 350 dokter diperkirakan memesan obat dari distirbutor tak resmi. Di negara lain, seperti Belanda, pernah ditemukan 200.000 insulin palsu. Insulin palsu juga dilaporkan terjadi di Inggris dengan jumlah 500.000 kantong.

Selain obat-obat tersebut, ada juga obat tuberkulosis, malaria, dan antibiotika palsu. Menurut data, antibiotika merupakan jenis obat yang paling sering dan banyak dipalsukan. Angkanya bisa mencapai 45,3%. Disusul obat kortikosteroid (7,5%), obat saluran cerna dan analgesik masing-masing 7% (lihat: Jenis Obat yang Sering Dipalsukan).

Di Indonesia 40 Merek Obat Dipalsukan

Dalam tiga tahun terakhir di Indonesia, BPOM menemukan sekitar 40-an merek obat palsu. Rinciannya: 22 merek (2009), 10 merek (2010), delapan merek (2011), dan enam merek (2012). Selain obat palsu juga dijumpai obat ilegal, alias tanpa izin edar. "Ada semacam tren, yang palsu menurun, tapi yang tanpa izin edar meningkat. Meningkat karena berasal dari Cina atau negara-negara yang di perbatasan," ujarnya.

Lucky menyebut beberapa merek yang kerap dipalsukan. Antara lain, Ponstan (obat antiradang), Viagra, Levitra, dan Cialis (ketiganya obat disfungsi ereksi), Combifent Inhaler (obat antiasma), Insidal tablet (obat anti alergi), Blue press (obat antihipertensi) dan Librax tablet (obat penenang). Ponstan lebih banyak dipalsukan di dalam negeri. Sedangkan Viagra dipasok oleh pembuat obat palsu dari Cina, dan Blue Press dari Malaysia. Sebanyak 60% dari produk palsu ini adalah produk untuk gaya hidup.


Maraknya peredaran obat palsu dan ilegal ini membuat kerja sama dalam memeranginya mendapat sambutan dari sejumlah farmasi. "Inisiatif kami yang baru (bersama sejumlah pabrik obat lain --Red.), meningkatkan kesadaran akan ancaman obat palsu itu," ujar Harry Waskiewicz, Direktur Pfizer Global Security untuk wilayah Asia-Pasifik.


Pfizer berkepentingan dengan kerjasama itu, lantaran beberapa produknya juga dipalsukan. Waskiewicz menyebut obat antiradang Ponstan, Obat disfungsi ereksi Viagra, obat kolesterol Lipitor, obat hipertensi Norvasc, dan obat diabetes Glucotrol XL adalah produknya yang jadi korban pemalsuan.

 "Beberapa survei terbaru mengonfirmasikan kehadiran obat palsu Viagra dan Lipitor di beberapa apotek dan beberapa toko obat resmi. Ini perlu sanksi hukum yang lebih tegas kepada mereka," ujarnya kepada GATRA lewat surat elektronik.
Selain merugikan pihak produsen obat legal, obat palsu sangat berbahaya bagi kesehatan dan keamanan pasien. Maka Pfizer terus menggalang upaya untuk memberangus dan mencegah peredaran obat haram ini.

Sejak 2004, kata Waskiewicz, pihaknya berhasil mencegah 217.000 dosis obat palsu sampai ke tangan pasien. Beberapa kolega berpengalaman juga diajak melakukan investigasi mendalam, dan memberikan pelatihan kepada pejabat terkait, termasuk di Indonesia, untuk membantu membedakan mana produk Pfizer yang asli dan palsu.


Dokter Sutoto, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, berharap peristiwa peredaran obat palsu yang sempat marak di Amerika Serikat tidak terjadi di Indonesia. Di antara sekian cara untuk membendungnya, kata Sutoto, "Seharusnya rumah sakit membeli obat melalui saluran resmi."

Sayangnya, saluran resmi pembelian obat di Indonesia melewati banyak pintu. Akibatnya, obat jadi mahal. Ia menganjurkan saluran resmi distribusi obat dipangkas, agar harga obat bisa ditekan. Di sisi lain, Sutoto juga menganjurkan agar rumah sakit melengkapi fasilitasnya dengan sistem monitoring efek samping obat.

Pemalsu Obat Lebih Jahat dari Pengedar Narkoba

Parulian Simanjuntak, Direktur Eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), menilai obat palsu memiliki nilai ekonomi jauh lebih menguntungkan bagi pelaku pasarnya ketimbang mengedarkan narkotika.
Ironisnya, hukuman memalsukan obat jauh lebih ringan ketimbang mengedarkan narkoba. "Padahal pemalsuan obat-obatan ini membahayakan manusia, malah efeknya bisa jadi lebih berbahaya dari narkotika," ujarnya kepada Hayati Nupus dari GATRA.

IPMG adalah kumpulan perusahaan farmasi asing yang berkantor di Indonesia. Perusahaan farmasi itu di dunia tergabung International Federation of Pharmaceutical Manufacturers & Associations yang bekerja sama dengan Interpol.

Salah satu faktor masih banyaknya peredaran obat palsu, menurut Parulian, juga diakibatkan kesalahan penerapan aturan, seperti adanya apotek rakyat. Dalam apotek rakyat, obat tak harus diberikan langsung oleh apoteker. Satu apoteker bisa membawahi tiga apotik rakyat. "Itu sudah menyalahi aturan. Dalam UU, obat hanya diberikan langsung oleh apoteker kepada pemakai," kata Anggi --panggilan Parulian.

Kelonggaran ini yang membuat apotek rakyat menjadi surga bagi peredaran obat palsu. Bahaya lainnya, obat lewat resep yang seharusnya hanya bisa dibeli di apotek resmi, bisa dilayani di apotek rakyat. Celakanya, di tempat ini hampir semua merek obat dipalsukan. Pemalsu biasanya menjual obat-obatan yang laku, mudah didistribusikan dan menguntungkan.


Penanganan obat palsu selama ini pun terhitung masih lemah. Jerat hukum bagi pemalsuan obat dianggap masih lemah. Hukuman pun terlalu ringan Kasus obat palsu menggunakan UU


Perlindungan Konsumen dan KUHP. Di UU Kesehatan tidak ada defenisi soal obat palsu. "Sehingga, meskipun ada tindakan, ancaman hukumannya susah diaplikasikan oleh polisi, jaksa maupun hakim," ujar Anggi.

Ketua Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan, Widyaretna Buenastuti, juga menilai belum ada koordinasi yang terintegrasi dari berbagai institusi pemerintahan. "Padahal, kalau ada keinginan kuat memberantas obat palsu, keuntungan yang diperoleh akan berlipat. Masyarakat juga akan merasakan manfaatnya," katanya.
Sedangkan soal harga obat palsu, Widya memandang obat palsu tak selalu murah. Ada obat palsu yang justru lebih mahal dari obat asli. Konsumen tergiur oleh obat palsu mahal ini karena iming-iming bahwa itu obat impor.

Kini, di tengah maraknya obat palsu, apakah Anda masih merasa beruntung bisa membeli obat berharga miring tapi tidak terjamin keasliannya?

IRIB/GATRA/TheTruthSeekerMedia

Phillip: Saya Membaca Al-Quran untuk Mengetahui Apa yang Diyakini Umat Islam





Saya dilahir dan dibesarkan sebagai seorang Katolik Roma di jemaah gereja Italia. Ayah saya berasal dari Jermandan ibu berasal dari Italia. Orang tua ibu saya kedua-duanya berasal dari Italia.

Ketika kakek ayah saya datang dari Jerman, saya mempunyai seorang saudara lelaki bernama Halmout dan seorang saudara perempuan bernama Mary. Ketika masih kanak-kanak, saya senang sekali mengikuti perkumpulan. Saya ke perkumpulan secara rutin sehingga saya mencapai usia 13 atau 14 dimana perkumpulan juga berubah.

Saya memang senang sekali mengikuti perkumpulan. Terasa seolah-olah saya mengetahui siapa itu Tuhan. Saya senang sekali menyanyi beramai-ramai. Sebenarnya saya tidak mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi. Ketika saya telah mencapai usia remaja, saya meninggalkan perkumpulan. Ibu saya agak kecewa dengan keputusan saya itu, tetapi dia tidak memaksa saya.

Sebenarnya, pada usia 17 tahun saya didatangi oleh golongan fundamentalis Baptis. Saya pergi ke gereja mereka dan melihat sesuatu yang agak berbeda. Saya ke sana selama kira-kira setahun dan semua orangnya baik. Tetapi sebagai seorang remaja, minat saya hilang. Saya mempercayai bahwa saya telah diselamatkan, saya terselamat untuk sesuatu perkara.

Akhirnya saya berhenti dari berkunjung ke gereja. Saya mula ikut bermain dalam band rock n roll. Sehingga saya berusia 25 tahun, saya membuat keputusan untuk kembali ke gereja. Saya ke gereja Pentecostal Holiness. Anda menjalani hidup yang zuhud. Anda harus sering berhati-hati karena begitu banyak sekali godaan di dalam dunia ini. Untuk seketika, saya malah tidak punya televisi dan saya tidak bermain saxophone saya. Untuk beberapa tahun kemudian, saya memainkankembali saxaphone saya dan bermain musik Kristen.

Saya ingin sekali membaca sejarah kristen dan malah saya ikut menyertai Kolej Injil, sehingga mendapat diploma tiga tahunan. Di sinilah bermulanya perjalanan hidup saya.

Quran menakjubkan saya

Pada masa yang sama, saya membaca Quran. Saya memutuskan bahwa saya ingin membaca  Quran. Dan tujuan membaca Quran adalah karena saya ingin mengetahui apa yang dipegang oleh umat Islam. Kononnya saya ingin mengubah mereka menjadi Kristen.

Saya mengetahui bahwa Quran adalah kitab suci umat Islam karena saya juga telah membaca sastra misionaris yang menjelaskan tentang Quran dan Islam. Demikianlah saya membaca sastra yang ditulis oleh fundamentalis, dan saya temukan banyak sekali terdapat kesalahpahaman.

Apa yang terjadi adalah di luar jangkauan saya, ia tidak seperti apa yang saya harapkan. Untuk satu hal, halpertama yang saya baca ialah Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Saya benar-benar tidak mengharapkan sedemikian!

Ketika pertama kali saya bertemu istri saya Khadijah, kami sama-sama penganut Katolik Roma. Saya bertemu dengan istri saya saat saya tinggal di penginapan. Ketika saya sampai disana, saya dapati ia bukan seperti hotel bintangtiga. Saya mulaiberbicara dengan pengurus rumah penginapan tersebut. Namanya ialah Lolita dan dialah yang memperkenalkan isteri saya kepada saya.

Saya senang sekali dengannya. Dia kelihatan agak gelisah, tetapi saya lebih gelisah sampai tiga jam. Apa yang dapat saya katakan ialah tentang agama.

Kami bertunangan dan ketika itu kami melakukan perjalanan ke Filipina. Kami masih sama-sama bukan muslim. Dia tahu apa yang saya inginkan, atau dengan kata lain saya jelaskan kepadanya bahwa saya tidak tahu apakah saya ini Katolik, Ortodok timur, atau seorang Muslim! Tetapi dia masih saja tetap ingin bersama saya.

Andai dia masih tetap menjadi penganut Katolik, saya tetap akan menikahinya. Tetapi pada masa yang sama saya ingin dia melihat apa itu Islam. Jika dia tidak ingin memeluk Islam, sekurang-kurangnya dia tahu apa saya imani dan bagaimana saya harus melaksanakannya.

Dia membaca Quran, dan selepas membaca Quran, dia mengatakan kepada saya menjadi seorang Katolik juga baik, menjadi seorang muslim juga baik.

Pada minggu pertama, bulan Augustus tahun 1999, saya sedang bersama dengan seorang Sheikh dan juga beberapa teman lain. Pada permulaan malam itu, saya memberitahunya bahwa saya bersama Islam. Kami berbincang mengenai Islam. Kami juga berbicara tentang perkara-perkara lain, kami berbincang mengenai olahraga. Pada penghujung malam, kami kembali semula ke topik berkaitan Islam. Sheikh berkata kepada saya,"Anda percaya dengan Islam?"

Dia berkata,"Adakah anda benar-benar ikhlas mengatakan bahwa anda tidak percaya Tuhan lain selain Allah?"

Dan saya berkata,"Ya, itulah yang saya percaya."

Kemudian dia melanjutkan pertanyaannya, Adakah anda percaya bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah?"

Saya berkata,"Ya."

Dia berkata,"Bisakah anda menyebutnya dalam bahasa Arab?"
 
Saya berkata,"Ya."

Diapun menyebutkan kalimah syahadah dalam bahasa Arab dan saya mengikutinya. 


IRIB/TheTruthSeekerMedia